Followers

Wednesday, August 10, 2011

Tanda kebesaran Allah~



Wahai manusia..

Aku turunkan malaikat pembawa wahyu, peringatkan hambaKu bahawa, ”tiada tuhan selain Aku, bertaqwalah kepadaKu”.

Aku ciptakan langit dan bumi dengan kebenaran.

Aku ciptakan manusia dari mani, ternyata mereka menjadi pembantah yang nyata.

Aku ciptakan haiwan ternak, bulu untuk menghangatkan, daging untuk kau makan, pengangkutan mengangkut beban.

Aku ciptakan kuda, bagal (kacukan kuda dan keldai), keldai, untuk ditunggangi dan sebagai perhiasan.

Aku terangkan jalan yang lurus, diantaranya ada jalan yang menyimpang, Aku beri petunjuk ke jalan yang benar.

Aku turunkan hujan, sebahagian menjadi minuman, sebahagian menyuburkan tanaman untuk ternakan. Aku tumbuhkan tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.

Aku tundukkan malam dan siang, matahari, bulan dan bintang-bintang.

Aku ciptakan di bumi ini dengan pelbagai warna.

Aku tundukkan lautan, agar kamu memakan daging segar, perhiasan di dasar dan perahu belayar di permukaan.

Aku ciptakan gunung, sungai dan jalan, agar kamu mendapat petunjuk.

Aku ciptakan bintang sebagai petunjuk arah.

Maka, apakah (Allah) yang menciptakan, sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pengajaran? (16:17)


sumber : an-Nahl (1-17)

 
 ~Cakap Tuk Sendiri Mau Ingat, Kongsi Yang Baik2 Saja~

Monday, February 21, 2011

Do I Deserve You, Ya Rasulullah..

You probably didn’t even know my name,
But I was never a stranger to you,
Not once did you,
Hear me speak or see my face,
Yet you gifter me your favours,
You,
Never had a moment’s rest so,
I,
Could be born and blessed with,
Truth,
Pumping in my chest,
And running through my veins,
But do I,
Really appreciate all the sacrifices that you made?
No, I take all for granted,
But still you gave it all up (all you had),
Still you gave it all up (everything),
So I could walk,
Walk along the path that you laid,
Gave all you had,
Had and still I don’t repay,
Do I deserve you..

I was on you mind,
Every single night and day,
Until you breathed your last,
And you,
Paved the way for me,
So I wouldn’t go astray,
When I didn’t even ask,
And you,
Never had a moment’s rest so,
I,
Could be born and blessed with,
Truth,
Pumping in my chest,
And running through my veins,
But do I,
Really appreciate all the sacrifices that you made?
No, I take all for granted,

But still you gave it all up (all you had),
Still you gave it all up (everything),
So I could walk,
Walk along the path that you laid,
Gave all you had,
Had and still I don’t repay,
Do I deserve you..
But still you gave it all up (all you had),
Still you gave it all up (everything),
So I could walk,
Walk along the path that you laid,
Gave all you had,
Had and still I don’t repay,
Do I deserve you..


~Cakap Tuk Sendiri Mau Ingat, Kongsi Yang Baik2 Saja~

Saturday, May 22, 2010

Apakah engkau masih hidup sebulan lagi?

Suatu ketika, putera Aminul Mukminin Sayyidina Umar al-Khattab pulang dari madrasahnya dalam keadaan menangis. Umar bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai anakku?”

Jawab anak Umar itu, “Kawan-kawan di tempat pengajian menghitung tampalan pada bajuku. Mereka berkata: lihatlah anak Amirul Mukminin ini, berapa tampalan yang ada pada bajunya?”

Umar sendiri pada pakaiannya terdapat 14 tampalan dan sebahagiannya ditampal dengan kulit haiwan. Lantas Umar menulis surat kepada Bendahari Negara dan di dalam surat itu beliau merayu, “Berilah hutang empat dirham kepadaku dari Baitulmal. Apabila datang awal bulan nanti, potonglah gajiku.”

Bendahari membalas surat Umar itu dengan mengatakan, “Wahai Umar, apakah engkau menjamin hidupmu sampai satu bulan sehingga aku dapat meluluskan permohonanmu itu? Apakah yang akan engkau perbuat dengan wang Baitulmal jika engkau mati sedang wang itu masih dalam tanganmu?”

Setelah membaca surat balasan dari Bendahari Negara, Umar pun menangis dan berkata kepada puteranya, “Wahai anakku, pergilah ke tempat pengajianmu kerana aku tidak dapat menjamin nyawaku walaupun sesaat”.

~ "kullu nafsin zaaiqatul maut!"



photo tersebut: tiada kena mengena dengan Sayidina Umar mahupun anak beliau.